Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu
‘ala Rasulillah, amma ba’du :
Ayat Tentang
“Pohon Kurma”
Sobat, tahukah anda bahwa Allah Ta’ala telah membuat
perumpamaan tentang pohon iman di dalam Alquran?
Simaklah firman Allah Ta’ala berikut ini :
{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ
اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا
فِي السَّمَاءِ}
(24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat
perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan
dahannya (menjulang) ke langit,
{تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ
حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ}
(25) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan
seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya
mereka selalu ingat. (QS.Ibrahim : 24-25).
Tafsir Surat
Atay Tentang “Pohon Kurma”
Berikut ini tafsiran pakar tafsir dari kalangan Salaf Sholeh
rahimahumullah :
Tafsir {كَلِمَةً طَيِّبَةً} =
“kalimat yang baik”
Pakar tafsir dari kalangan sahabat, Ibnu Abbas radhiyallahu
‘anhu menafsirkan dengan :
شهادة أن لا إله إلا الله
“Syahadat La ilaha illallah”
Ar-Rabi’ bin Anas radhiyallahu anhu menafsirkan dengan :
هذا مَثَلُ الإيمان
“Ini adalah perumpamaan iman”
Tafsir {كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ} = “seperti pohon yang baik”
Dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim (lafazh
Muslim), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ
مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ
“Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang
perumpamaannya seperti seorang mukmin ?”
Di akhir hadits , beliau menyebutkan pohon tersebut dengan
sabdanya :
هي النخلة
“Pohon itu adalah pohon kurma”
Pakar tafsir dari kalangan tabi’in, Mujahid rahimahullah
menafsirkan dengan :
كنخلة
“seperti pohon kurma”
Sahabat yang mulia, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu
menafsirkan dengan :
هي النخلة
“Pohon tersebut adalah pohon kurma”
Tafsiran Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu :
“Pohon tersebut adalah pohon di surga”
هي شجرة في الجنة
Tafsiran pakar tafsir dari kalangan tabi’in, Qotadah
rahimahullah :
كنا نُحَدَّث أنها النخلة
“Dahulu kami membicarakan tentangnya, bahwa pohon tersebut
adalah pohon kurma”
Tafsiran pakar tafsir dari kalangan tabi’in, Ikrimah
rahimahullah :
هي النخلة
“Pohon tersebut adalah pohon kurma”
Tafsir {تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا } =
“pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya”
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan dengan :
غُدْوةً وعشيّةً
“pagi dan sore”
يذكر الله كلّ ساعة من الليل
والنهار
“Mengingat Allah setiap saat, malam dan siang”
Adh-dhahhak rahimahullah berkata :
المؤمن يطيع الله بالليل
والنهار وفي كل حينٍ
“Seorang mukmin taat kepada Allah pada malam dan siang hari
serta setiap saat”
تخرج ثمرتها كُلَّ حين. وهذا
مثلُ المؤمن يعمل كل حين ، كل ساعة مِن النهار ، وكل ساعة من الليل ، وبالشتاء والصيف
، بطاعة الله
“Keluar buahnya setiap saat. Ini perumpamaan seorang mukmin
yang beramal sholeh setiap saat, tiap waktu siang dan malam, baik di saat musim
dingin maupun musim panas dengan taat kepada Allah”
Ar-Rabi’ bin Anas radhiyallahu anhu menafsirkan dengan :
يصعَدُ عمله أولَ النهار
وآخره
“Naik amalnya di awah hari dan diakhir hari”
Tafisr firman Allah Ta’ala :
{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ
اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا
فِي السَّمَاءِ}
(24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat
perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan
dahannya (menjulang) ke langit.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan firman-Nya :
{ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً
}
“Syahadat La ilaha
illallah”
{ كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ
}
“yaitu seorang yang beriman”
{ أَصْلُهَا ثَابِتٌ }
“La ilaha illallah dalam hati seorang mukmin”
{ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
}
“amal seorang mukmin diangkat ke langit dengan sebabnya (La
ilaha illallah)”
Dalam ucapan beliau yang lainnya :
“Yang dimaksud dengan pohon yang baik adalah seorang mukmin,
dan maksud dari akarnya teguh di bumi dan cabangnya (menjulang) ke langit
adalah seorang mukmin beramal sholeh dan berbicara di bumi , lalu amal dan
ucapannya sampai di langit sedangkan ia tetap di bumi”
Ar-Rabi’ bin Anas radhiyallahu anhu menafsirkan firman Allah
:
{ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً
}
beliau berkata : “Ini adalah perumpamaan iman. Iman
diperumpamakan sebagai pohon yang baik, akarnya kokoh yang tidak hilang, yaitu
: ikhlash lillah, dan dahannya ke langit, yaitu cabang keimanan berupa takut
kepada Allah yang didasari ilmu”
(Bersambung,
in sya Allah)
Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id
Sumber:
https://muslim.or.id/56879-tafsir-ayat-tentang-pohon-kurma-bag-1.html
BERANDA
→












0 komentar:
Posting Komentar